Perkawinan adalah ikatan lahir dan bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Pasal 1 UU Nomor 1 Tahun 1974).

Pencatatan perkawinan adalah pendataan administrasi perkawinan yang ditangani oleh petugas pencatat perkawinan (PPN) dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban hukum.

Perkawinan yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan wajib dilaporkan oleh Penduduk kepada Instansi Pelaksana di tempat terjadinya peristiwa perkawinan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak tanggal perkawinan. Pencatatan perkawinan pada prinsipnya merupakan hak dasar dalam keluarga. Selain itu merupakan upaya perlindungan terhadap isteri maupun anak dalam memperoleh hak-hak keluarga seperti hak waris dan lain-lain.

Syarat-syarat Pencatatan Perkawinan di Disdukcapil Kab. Natuna:
1. Surat keterangan dari pemuka adama/pendeta/penghayat kepercayaan.
2. Fotocopy KK dan KTP Suami Istri
3. Foto Gandeng 4×6 = 6 lembar
4. Kutipan Akta Kelahiran suami dan istri
5. Pasport bagi suami atau istri orang asing
6. Surat Pengantar dari Lurah
7. 2 fotocopy KTP saksi